Two Stripes

Hola! Long time no see :-D Saya sedang terinfeksi penyakit malas update blog. Sebenernya sih, banyak hal yang bisa diceritakan, cuma entah kenapa rasanya kok tidak sempat untuk menuliskan apa yang berkeliaran di kepala saya ini. Continue reading »

27

“Which then of the bounties of your Lord will you deny?”

 

/* still with the same wish :)  */

 

Sop Kacang Merah

Tag

,

Salah satu dari masakan gaya lazywife saya yang bikin si mas makannya jadi banyak adalah sop kacang merah lengkap dengan perkedel kentang dan sambal bawang. Kebetulan, saya juga suka banget sama sop kacang merah. Ga heran kalau di rumah kami, satu panci besar sop kacang merah dan 35 buah perkedel bisa habis untuk dua kali makan saja :-D

Keluarga saya dan keluarga si mas kayanya menganut mahzab yang berbeda dalam dunia per-makanan-an. Akhirnya, yang saya lakukan adalah memadukan resep dari keduanya untuk mencari rasa yang bisa dikompromi oleh lidah si mas dan lidah saya :-D Berikut resepnya, dijamin gampang banget deh. Continue reading »

Angkotku Cintaku

Setiap pagi, saya menggunakan moda transportasi angkutan kota untuk menuju stasiun. Daerah perumahan saya merupakan daerah yang baru mulai berkembang. Terletak di perbatasan Depok-Jakarta, membuat pembangunan infrastruktur di daerah tersebut kurang diperhatikan oleh pemerintah. Jalan yang sempit dengan aspal yang hancur lebur dilengkapi dengan kubangan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di daerah ini.

Angkot Depok

Kondisi seperti itu membuat angkutan kota yang melewati jalan depan rumah saya juga hanya sedikit. Namun, jumlah angkutan kota yang sedikit dan penumpang yang itu-itu saja membuat hubungan antara penumpang dan sopir angkot jadi lebih akrab :-D Saya pun sudah hapal betul dengan beberapa sopir angkot yang biasa saya tumpangi. Continue reading »

Lodeh 2.0

Tag

Post menunggu jam pulang. Hari Minggu yang lalu, saya mencoba masak lodeh. Lodeh kali ini berbeda dengan lodeh biasa karena diberi tambahan sedikit udang rebon sesuai resep dari ibunya si mas, makanya judulnya Lodeh 2.0. Pada awalnya saya ga ngerti pas si mas cerita soal lodeh pake rese. Saya ga tau “rese” itu apa. Ternyata oh ternyata “rese” itu rebon sodara-sodara :-D Resep lodehnya saya posting disini biar ga lupa :-D

Bahan:

  • 1 ikat kacang panjang, iris @1,5 cm
  • 3 buah terong ungu (disesuaikan saja dengan ukurannya), bagi 4 membentuk koordinat XY, potong dengan ketebalan 0.75 cm
  • 1/2 papan tempe, iris kecil-kecil (jangan terlalu tebal)
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jari lengkuas, keprek atau iris tipis
  • santan dari 1/2 butir kelapa
  • air secukupnya
  • 1/2 batang gula merah/ 2 sendok makan gula putih (enakan gula merah sih)
  • garam
  • kaldu sapi bubuk (dikit aja)
  • 2 sendok makan udang rebon kering, cuci sampai bersih (bisa 2-3 kali cuci untuk ngurangin asinnya)

Bumbu halus:

  • 1 buah cabai merah besar (atau cabai tanjung)
  • 3 buah cabai rawit
  • 4 siung bawang putih (ukuran sedang)
  • 4 butir bawang merah (ukuran sedang)

Cara membuat:(versi lazywife)

  • Masukkan kacang panjang, terong, tempe dalam panci
  • Tambahkan santan dan air hingga mencapai level kuah yang diinginkan
  • Masukkan daun salam dan lengkuas
  • Masak di api kecil sambil diaduk-aduk terus
  • Masukkan bumbu halus
  • Tambahkan gula merah/gula putih, garam, dan sedikit kaldu sapi bubuk
  • Masak sampai matang
  • Terakhir, masukkan udang rebon
  • Didihkan sekali lagi.

Santan sih yang bener ditambahin di akhir biar ga pecah, Tapi kalau rajin aduk-aduk sih ga akan pecah kok. Ingat, ini masak gaya lazywife yaaa :-D Hati-hati juga dalam memasukkan udang rebon, secukupnya aja biar ga amis dan malah merusak rasa.

Oke, silakan dicoba :-)

 

Greater Jakarta Public Transportation: Curhat Seorang Commuter

Tag

Masih soal transportasi. 6 bulan menjadi commuter, saya sudah dapat merasakan mengenaskannya sistem tranportasi publik di Jakarta. Kalau dihitung-hitung, bagian terberat dari hari-hari saya adalah perjalanan ke/dari kantor (trus kerja di kantor malah ga berat gitu yaaa :-D ).

Setiap pagi, saya biasa berangkat jam 6 kurang untuk kemudian naik angkot dan mengejar KRL Ekspress Depok-Jakarta. Total perjalanan dari keluar rumah sampai duduk di cubicle berkisar 1.5 jam.  Walaupun namanya KRL Ekspress, bersiap-siaplah dengan gangguan sinyal rutin dan atau kondisi dimana KRL menjadi sangat lambat karena rusak atau karena ada kereta lain yang rusak dan menghambat di depan KRL. Continue reading »

My (Ridiculous) Nightmares

Tag

Akhir-akhir ini, saya sering mengalami mimpi buruk. Ga tau itu karena stress atau karena kadang-kadang udah ngantuk banget sampe lupa berdoa sebelum tidur, tapi yang jelas, dalam beberapa waktu terakhir ini, saya sering terbangun dalam keadaan badan yang kaku semua dan cape kaya habis ngepel stadion tentunya dengan mood yang juga ga enak

Yang jadi korban, tentu saja si mas yang jadi ikut saya bangunin dan kepaksa dengerin saya cerita soal si mimpi di tengah malem buta :-D Tapi sodara sodara, tenang aja, ga perlu merasa seprihatin itu untuk suamiku ko. Dia malah seringnya jadi ketawa-ketawa geli gara-gara saya bangunin. Soalnya, mimpi saya ni bukan mimpi buruk biasa, tapi mimpi buruk yang konyol. Continue reading »

Curcol ahhh…

Tag

Huwaaaaa, udah lama banget ga di-update ya blognyaa :-D Maapkan, saya lagi (sok) sibuk, hehehe, Sebenernya sih ga sibuk-sibuk amat juga, cuma emang lagi ga kreatif ajah.

Belakangan ini rasanya lagi terjebak pada rutinitas kehidupan sehari-hari. Hari-hari kerja diawali dengan menyeret diri ke kamar mandi di subuh hari, milih baju dengan rule of thumb “pakai yang ga ribet, paling atas di tumpukan, dan ga kusut”, mengulaskan pelembab dan bedak ala kadarnya supaya ga keliatan kucel, pake kerudung (dengan gaya dan asesoris yang sama tiap hari), menunggu jemputan yang sering banget telatnya sambil beresin rumah dan rapiin dapur, dan diakhiri dengan lari-lari mengejar kereta bojong gede ekspress. Continue reading »

Telur Balado: Masakan Kepepet

Tag

,

Just another recipe from lazywife kitchen.. Tadinya, saya pikir ga penting nulis resep-resep emergency yang saya masak di rumah. Tapi setelah dipikir-pikir, kayanya perlu deh. Di belantara Indonesia ini, saya yakin masih banyak lazywife-lazywife lain yang hobinya masak kepepet kaya saya :-D

Rumah ga deket dari pasar? Kesiangan ke tukang sayur? Jangan khawatir, Anda bisa memilih telur untuk asupan protein hewani (Asal ga sering-sering, bisa kolesterol, ato yang lebih parah..bisulan :-D )

Selain resep kategori paling malas seperti telor dadar (plain) dan telor ceplok (plain juga), telur bisa divariasikan dengan hanya sedikit mengurangi level kemalasan. Telor dadar misalnya, selain yang plain bisa ditambahi irisan sayuran dan sosis/nugget. Untuk rasanya, bisa divarisikan dengan menambahkan kecap, bumbu kari instan, ato bumbu tom yam. Telor ceplok bisa divariasikan juga dengan menambahkan kuah semur kecap atau balado.

Nah, wiken kemarin, saya masak telur balado, emergency recipe karena terlalu malas untuk pergi keluar. Kali-kali ada yang ga tau, berikut resepnya:

Bahan:

  • 6 butir telur, rebus, dinginkan, kupas
  • 10 buah cabai merah (boleh cabe biasa, cabe tanjung, ato cabe keriting)
  • 5 buah cabai rawit
  • 5 buah kemiri, sangrai
  • 5 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 batang serai, ambil putihnya, keprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • gula merah, gula putih, garam secukupnya
  • 3 sendok makan air asam
  • 50 mL air

Cara Membuat:

  • Goreng telur rebus sampai kecoklatan (bentar doang kok palingan)
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri
  • Tumis bumbu halus sampai harum
  • Tambahkan air (biar ga gosong)
  • Masukkan serai dan daun jeruk
  • Tambahkan gula merah, gula putih, dan garam secukupnya
  • Masak hingga mengental
  • Masukkan telur

Overall, effort paling banyak ada di menghaluskan bumbu, yang kalau beruntung punya blender bisa dilakukan dengan bantuan blender. Kalau kata si mas enak kok telor baladonya, hehehe :-D

Cepat, mudah, dan cocok untuk lazywife model saya, hihihi :-D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.