Huwaaaaa, udah lama banget ga di-update ya blognyaa
Maapkan, saya lagi (sok) sibuk, hehehe, Sebenernya sih ga sibuk-sibuk amat juga, cuma emang lagi ga kreatif ajah.
Belakangan ini rasanya lagi terjebak pada rutinitas kehidupan sehari-hari. Hari-hari kerja diawali dengan menyeret diri ke kamar mandi di subuh hari, milih baju dengan rule of thumb “pakai yang ga ribet, paling atas di tumpukan, dan ga kusut”, mengulaskan pelembab dan bedak ala kadarnya supaya ga keliatan kucel, pake kerudung (dengan gaya dan asesoris yang sama tiap hari), menunggu jemputan yang sering banget telatnya sambil beresin rumah dan rapiin dapur, dan diakhiri dengan lari-lari mengejar kereta bojong gede ekspress.
Pulang kantor, keriuhan dilanjutkan dengan aktivitas memasak seadanya dan sebisanya dengan terburu-buru, berpacu dengan kemacetan jalur pulang si mas. Dilanjutkan dengan terkantuk-kantuk menunggu cucian selesai diproses oleh mesin cuci dan diakhiri dengan terkapar di tempat tidur.
Sebenernya mungkin saya yang memberikan tekanan terlalu besar pada diri saya sendiri mengingat idealisme untuk jadi wanita bekerja yang profesional (gaya bener profesional, lah ini malah ngeblog di kantor
) sekaligus pengurus rumah tangga yang profesional. Rumah yang kurang bersih atau setrikaan yang ga rapi dari si mba yang bantuin bisa bikin saya marah-marah sendiri, stress banget deh. Saya bahkan bisa tidur telat untuk ngulang lagi nyapu, ngepel, dan nguras kamar mandi di hari kerja.. What a day..
Weekend pun bukan berarti istirahat total, diluar kegiatan yang sifatnya kekeluargaan, saya biasanya mengisi weekend dengan belanja kebutuhan mingguan dan memasak, kali ini dengan tekanan yang lebih kecil.. jangan lupa pekerjaan bersih-bersih rumah lainnya. Saya bisa menghabiskan hari weekend untuk bersihin rumah dari mulai ngelap jendela, nyapu, ngepel, nguras kamar mandi, pokoknya mengulang kerjaan si mba deh
Dan semua itu menjadi rutinitas dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan.. tentu saja disertai dengan exception ketika si mas tiba-tiba diculik oleh alien (yang mempekerjakannya dan membiayai kehidupan kami) untuk waktu tertentu.. Segala keriuh-rendahan fisik yang saya alami tiap hari dilengkapi pula dengan keriuh-rendahan emosional karena si mas harus pergi-perginya ga jelas jadwalnya.
Well, suami saya yang rajin makan buah itu memang harus diakui adalah pekerja professional, ga mau kerja setengah-setengah, bahkan terlalu profesional sampe-sampe waktu liburnya pun kadang dia kepaksa kerja ato mikirin kerjaan. Sudah hapal betul saya dengan wajahnya kalau lagi ada pikiran, buat saya sih seperti muncul warning lack of virtual memory di layar komputer, yang langsung diikuti dengan late response ketika diajak ngobrol..
Tapi, diluar segala keriuhrendahan hari-hari saya, saya tidak bisa berbohong bahwa saya bahagia bisa menghabiskan hidup dengan seseorang yang saya cintai. Meski mungkin setiap hari kami baru bisa bertemu dengan sisa-sisa energi setelah rutinitas masing-masing. Very happy to have him home
Nyontek kata-katanya Ellie di Up
Merci pour cette belle aventure
Mungkin yang saya butuhkan hanya liburan sejenak. Lama juga boleh ding
Theme baru nih, nice
Selamat bekerja buat suami baik hati yang pintar masak dan rajin makan buah. Jangan lupa sama Istri hihihihih…
Mba Tantri,,, Remember this Hari pasti berganti..dan tak bisa kita hindari… So makes any day a great day for you. Always Smile Tan, being happier makes every day better.