…
Karna kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera..
…
06 Kamis Jan 2011
Posted in family life, inside me
…
Karna kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera..
…
24 Rabu Nov 2010
Posted in inside me
“BUZZ!! Ayo mangan!” kata seorang sahabat melalui window chat Yahoo Messenger. Saya pun menjawab, “Ning ndi? GKU?”. “Iyo”, jawabnya.
Percakapan itu masih sering terjadi dengan sahabat saya yang satu ini, bahkan ketika saya sudah pindah ke Jakarta sementara dia tetap di ITB, yang berarti sudah tidak mungkin lagi kita makan siang bareng di kantin GKU lama
Di ITB, ada dua Gedung Kuliah Umum (GKU), GKU lama dan GKU baru. Kedua GKU ini disediakan untuk mengakomodasi perkuliahan mahasiswa yang dilakukan di kelas besar seperti kelas-kelas kuliah TPB (Tahap Persiapan Bersama). TPB adalah perkuliahan tahun pertama di ITB, tahun untuk menambang nilai sebelum hancur di jurusan, atau untuk beberapa mahasiswa, terutama jurusan dengan rasio gender yang drastis, tahun untuk screening mahasiswa seangkatan yang bisa dijadikan kecengan
Continue reading »
19 Jumat Nov 2010
Posted in inside me
Yak sodara-sodara, walaupun hari ini saya banyak kerjaan, saya mau bayar utang nge-post setelah sekian lama saya meng-idle-kan blog ini
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat hari raya Idul Adha 1431 H
Telat ya? Biarin ah, toh ini masih hari tasyrik. Belum terlalu telat deh (ngeles).
Buat saya, Idul Adha ini berbeda dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya. tahun ini, pak’e sama mbok’e lagi berjuang menunaikan ibadah haji di Arab sana. Mengingat kondisi pak’e dan mbok’e yang udah ga sekuat dulu, sejak mendengar rencana mereka untuk pergi haji, tidak seharipun saya lewatkan tanpa doa tambahan selain doa untuk orang tua, agar mereka dilancarkan, dikuatkan, dimudahkan, dan disehatkan dalam ibadah hajinya. dan tentunya bisa pulang kembali bersama kami disini sebagai haji mabrur. Continue reading »
19 Jumat Nov 2010
Posted in inside me

Thrilled with bad thought that the wedding events will not run smoothly, feeling guilty for executing the wedding events immediately after my parents return from the Hajj (they’re potentially tired, rite?), worried that several things in the arranged wedding events will disappoint my In-Law-to-be, I can not share the worries and the tasks with the groom as he is busy most of the time, and tired the other time..
Even sometimes (not to say often) I want to scream out loud saying, “Gosh, where are you, Dear? Can you just help me with this many tiny things that make me exhausted?”. However, the scream is never be outspoken till now..
24 Jumat Sep 2010
Posted in inside me
16 Kamis Sep 2010
Posted in inside me
Sedang amat sangat malas sekali untuk update blog.
Lot things happened but can’t find something to write..weird..
Be back soon hopefully..
Btw, Eid Mubarak! Minal aidin wal faizin
14 Rabu Jul 2010
Posted in inside me
Never regret anything that makes you smile..
Hopefully, last year being single..
And still..with the same wish
08 Kamis Jul 2010
Posted in ga tau kategori apa, inside me
Life is the pursuit of happiness..
Seringkali kita “sok tau” sehingga merasa kita tau bener apa yang bakal bikin kita bahagia. Dan ketika hal yang kita pikir bisa bikin kita bahagia itu tidak kita dapatkan, kita jadi terluka..
Kata orang, luka itu bisa sembuh, cuma bekasnya tetep ada. Semuanya ga akan bisa direset ke titik nol lagi. Kadang, ketika penyebab luka itu tiba-tiba muncul lagi, bekas luka itu jadi terasa sakit lagi.. Hmm, bener gitu, bekas lukanya yang sakit lagi? Perasaan bahkan bekas luka operasi pun ketika udah sembuh ga sakit. Mungkin, bukan bekas lukanya yang sakit. Tapi luka itu sendiri yang sebenarnya belum sembuh. Continue reading »
01 Kamis Jul 2010
Posted in ga_penting_deh, inside me
Sedang terharu melihat seorang teman laki-laki yang setiap makan siang selalu makan dengan makanan yang dibawakan istrinya dari rumah.
Sepotong ayam goreng, acar kuning, dan sambal terasi. Dibandingkan dengan makanan yang ada di sekitar kantor, makanan teman saya itu mungkin biasa saja. Dia bisa dengan mudah menemukan sate, sop iga, masakan manado, dan makanan-makanan lain yang lebih memuaskan lidah. Dengan harga yang reasonable. Saya juga yakin teman saya ini tidak membawa bekal makanan for the sake of penghematan.
Istrinya pun bukan yang pintar memasak. Dapat disimpulkan dari beberapa kali bekal makan siang yang dia bawa. Tapi, saya ngebayangin, bahagia banget ya jadi istrinya.. Suaminya tetap memilih untuk makan makanan yang sudah disiapkannya, meskipun makanan itu ga enak, ada error-nya (gosong, kemanisan, kurang mateng, mblenyek dan sebagainya
) Meskipun suaminya bisa beli makanan lain yang lebih enak.. Senangnyaaaa…. Pasti istrinya ngerasa dihargai dan disayang banget
Hmmm, ntar klo saya ngebekelin makanan ama suami saya, mau dimakan ga ya?
17 Kamis Jun 2010
Posted in inside me, work stuff
Kemarin sore, saya pulang dari kantor menggunakan metromini. Sebenarnya, jarak dari kantor saya di silang Monas dan rumah kos di daerah Bendungan Hilir tidak terlalu jauh. Namun, di Jakarta, jarak yang dekat tidak sebanding dengan waktu tempuh. Kemacetan membuat jarak yang kata google maps bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor selama 15 menit harus ditempuh selama minimal 45 menit ketika jam pulang kantor.
Hari itu, saya pulang lebih lambat dari biasanya. Ada beberapa pekerjaan yang baru bermunculan di sore hari sehingga saya terpaksa pulang lebih sore. Jam hampir menunjukkan pukul enam sore. Aroma kemacetan sudah tercium dimana-mana. Biasanya, dalam kondisi seperti ini, saya akan memilih naik busway untuk menghindari terjebak macet. Namun, mengingat antrean busway yang makin parah akhir-akhir ini, akhirnya saya memutuskan untuk naik metromini saja. Toh sama saja akan lama
Seperti biasa, saya naik metromini dari perempatan kebon sirih, menunggu metromini dari arah Tanah Abang. Karena malas menyeberang, saya menunggu di lampu merah, tidak menyeberang terlebih dahulu. Perhitungan saya, setiap lampu merah, pasti ada metromini yang tercegat dan berhenti di dekat lampu merah. Continue reading »