In the name of love.. Oktober 23, 2009
Posted by tantri in keluarga, kerjaan, pikiran.7 comments
Udah lama banget ga ngeblog. Lha gimana mau ngeblog, 2 bulan ini saya lagi masuk training centernya Gusti Allah. Lagi ngadepin ujian kenaikan tingkat (semoga). 2 bulan ini saya dipaksa untuk belajar banyak.. Pelajaran yang banyak.. dan menyakitkan..
Saya beruntung.. Dan karenanya saya harus banyak bersyukur.. Bukan berarti selama ini saya tidak bersyukur, tapi ada hal-hal yang layak disyukuri yang baru saya sadari gara-gara masuk training center ini.. Saya bersyukur atas perlindungan yang tetap Gusti Allah berikan pada saya selama ini, biarpun saya ini termasuk hambanya yang bandel.. Saya meyakini semua yang diberikan pada saya sebagian besar justru bersumber dari doa orang-orang yang menyayangi saya setulus hati, bukan karena saya yang bandel ini.. Mama, papa, si mBak, eyang, sahabat-sahabat saya, si Mas.. semuanya.. kadang kita lupa bahwa apa yang kita dapatkan seringkali bukan merupakan hasil dari doa dan usaha kita, tapi dari doa orang-orang tercinta..
(lagi…)
Diproteksi: Karena saya tidak ingin seperti Anda… Mei 25, 2009
Posted by tantri in keluarga.comments closed
Rawon Maret 2, 2009
Posted by tantri in keluarga.9 comments
Hari Minggu kemarin, saya di rumah sendirian. Yang biasanya ngajak maen ga pulang, huhuhuhu
Nesis juga bukan aktivitas pilihan mengingat serangan kebosanan akut yang dipicu oleh aktivitas bolak-balik nyari dosen pembimbing, dan gagal
Akhirnya, saya memutuskan untuk mengisi hari Minggu yang cerah di awal bulan Maret dengan memasak
Halo? masak? sejak kapan?!? ahahahaha, iyah, masak
Sudah sejak setahun lebih ini saya jadi suka masak. Dari sekedar iseng-iseng ga ada kerjaan, eh jadi keterusan deh..penasaran
Setelah berhasil bikin soto, saya memberanikan diri bikin rawon. Itu loh, masakan daging berkuah hitam dari Jawa Timur. Dan ternyataaa, cukup berhasil rawonnya
Walaupun sempet rada panik karena pas awal-awal kluwaknya ga item, ternyata warna kuahnya menjadi “normal” seiring dengan matangnya si rawon. Berikut resepnya
Bahan:
- 2 ons daging, klo mau yang ada tetelannya juga boleh, saya sih ga suka
- air untuk merebus daging, pokonya kira2 dapet 500 mL kaldu
- tauge pendek sesuai selera
Bumbu pelengkap:
- 2 batang sere, ambil putihnya, geprek
- 2 cm lengkuas, cuci, geprek
- 1 cm jahe, cuci, geprek
- 5 lembar daun jeruk
Bumbu halus:
- 3 buah kluwak, pecahkan, rendam dengan air panas, ambil dagingnya
- 4 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 buah cabe merah
- 1/2 sdt ketumbar
- 4 buah kemiri
- 1/2 sdt merica
- garam secukupnya
Sambal:
- 3 buah cabe merah, boleh ditambahin rawit juga klo mau
- 2 buah bawang merah
- terasi bakar sesuai selera
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula
Cara membuat:
- Rebus daging dengan bumbu pelengkap sampai empuk dan harum untuk memperoleh kaldu.
- Keluarkan daging, potong kecil-kecil, masukkan kembali ke dalam kaldu.
- Tumis bumbu halus
- Masukkan ke dalam kaldu
- Masak hingga bumbu meresap ke dalam daging
- Untuk sambal, goreng bahan sambal, baru kemudian haluskan
- Sajikan rawon dengan sambal dan tauge, lengkapnya sih pake telor asin juga
Untungnya, habis masak, datang bala bantuan pemakan rawon. Jadi ga mubazir deh
Dengan takaran tadi, rawonnya bisa buat sekitar 6 porsi normal dengan jatah daging yang cukup banyak, senangnyaaaa
Sayangnya ga sempet moto rawonnya, keburu laper, huehehehe
Habis ini masak apa yaaa?
Say Cheese!! Februari 4, 2009
Posted by tantri in keluarga.2 comments

[atas-bawah-kiri-kanan: Yang Tin, Oom Dhika, Yang Mama, Yang Bey, Yang nDut, Yang Bin, Apit, Yang Papa, Oom Dimas, Pakdhe Tata, Tantan, Anik, Ehan, Iyut, AsAs, Obey, Budhe Maya]
Oops.. Sumbody’s missing.. Budhe Eka, pulang dong.. Can u complete this picture? We miss u..
Sistem Non Linear Time Varying November 13, 2008
Posted by tantri in ga_penting_deh, keluarga, pikiran.4 comments
Kemarin dulu saya jalan-jalan ama temen saya dari SMA, seorang mas-mas jenius, ST dari Elektro ITB, sekarang kerja di perusahaan service minyak, tapi tetap bercita-cita jadi gitaris
Sedianya kami bakal reuni trio kwek kwek. Dulu ketika sama-sama baru datang ke Bandung buat kuliah, saya, teman sekamar saya, dan si mas ini sering kemana-mana bareng, bina teritorial
Trio kwek kwek banget lah.. Dia juga yang setia menjemput saya kalau lagi ospek malem (Dooooooh, cowo IF, malu dong!!!!! Masa cewe IF kudu dijemput ama cowo EL
)
Si mas ini, sebut aja Mas A, adalah seorang jenius peserta olimpiade matematika yang kesasar ke EL, dan sekarang kesasar lagi ke kerjaan yang berbau-bau IF. Kemarin setelah sekian lama, akhirnya kami punya kesempatan ngobrol lagi. Kali ini obrolannya tentang cewe, topik yang menarik
Kata mas A, cewe itu adalah sistem non linear time varying.. udah non linear, time varying pula
Cewe itu bisa dibilang stochastic, ga deterministic
jadi, why on earth ada cowo yang bisa kepengen punya istri lebih dari satu?? ahahahahhaha
Satu sistem non linear time varying aja, udah bisa bikin pusing tujuh keliling. Ga habis pula.. Kenapa perlu ditambah-tambahin? Ga logis…
Baidewei, si mas A ini ko habis training sebulan di UK malah jadi gemuk ya, kedinginan dan ga ketemu nasi?
Mas A jadi gemuk..dan gundul.. Sejak ketemu kemaren saya mikir-mikir jadi mirip sapaaaa ni orang. Akhirnya sore-sore, ketemu juga dia mirip siapa, mirip Syekh Puji!!! ahahahahaha
Kemaren pas jalan betiga, mas A, saya, dan kakak saya, jadi kaya Syekh Puji dan kedua istrinya, huehehehe
Ato jangan-jangan mas A punya bakat jadi kaya Syekh Puji juga, ga kapok untuk berhadapan dengan lebih dari satu sistem non linear time varying
Jalan Sesama Oktober 29, 2008
Posted by tantri in keluarga, pikiran.7 comments
Siang ini saya iseng nonton televisi sambil makan. Udah lama sebenernya saya kehilangan kepercayaan (widiiih) ama yang namanya tv Indonesia. Isinya itu loh, ga mutu.. Sinetron-sinetron ga jelas, klo ga orang betengkar mpe bunuh-bunuhan, dengan segala cara, kekerasan fisik maupun ilmu hitam, rumah gedong-gedong ga jelas, ato para siluman dan hantu. Bahkan berita pun kadang dibikin sebombastis mungkin, berlebihan
Yang lebih menyedihkan lagi, ga ada acara buat anak-anak. Jaman saya kecil dulu, masih ada satu dua penyanyi anak-anak, walaupun lagunya udah mulai ga sebagus lagu anak-anak jama dulu. Sekarang, tiap ketemu anak kecil, nyanyinya lagu Kangen Band, D’Masiv, Peterpan, dan band-band yang peruntukannya untuk usia lebih besar sama dengan anak SMA, sedih..
Keponakan saya aja lebih tau yang namanya artis ama lagu-lagu dari saya. Udah gitu, yang menurut dia bagus tuh artis, dengan segala kecantikan dan kemewahannya. Sama alat-alat make up juga lebih kenal deh dibanding tantenya. Tapi sama buku, mana kenaal.. Duuuh… Ya ga semua anak kecil kaya gitu si. Maklum, ponakan saya tinggal di jakarta dan ayah ibunya kurang care sama hal-hal kaya gini.
Tadi di TRANS7, saya nonton Jalan Sesama, versi Indonesia dari Sesame Street ternyata. Dulu saya jadi inget suka liat Sesame Street yang di-dubbed, bagus, jauh lebih mendidik dari acara yang lain. Cuma saya telat nontonnya, udah kelas 5 SD an gitu baru nonton. Favorit saya waktu itu Count Dracula, yang suka ngajarin ngitung itu loh, haha
Coba acara anak-anak kaya gini porsinya diperbanyak, kan bermanfaat tuh buat anak-anak. Sebelum Jalan Sesama, ada Si Bolang dan Laptop Si Unyil juga. Cieeeh, uda pake laptop sekarang Unyil, dulu mah boro-boro
Ga cuma di-dubbed, ternyata Jalan Sesama juga ada content lokalnya. Ada tokoh animasi Pak Karso, librarian yang ternyata adalah Gatotkaca, suka ngajarin nulis huruf. Ada klip video dengan pemain anak-anak Indonesia. Ada muppets baru juga, seorang anak laki-laki bernama Momon, anak perempuan bernama Putri, badak jantan bercula satu bernama Si Jabrik, dan orang utan betina bernama Tantan, haha
Overall, Jalan Sesama, Si Bolang, Laptop Si Unyil, Surat Sahabat, Cita-citaku, klo menurut saya adalah acara yang cukup mendidik buat anak-anak. Acara-acara itu jauh lebih pantes ditonton daripada sinetron ato reality show yang ga jelas. Ato daripada infotainment yang ada artis mo nikah aja hebohnya setengah mati
Mo jadi apa anak-anak Indonesia klo disuguhin acara ga jelas gitu tiap hari?
Cuma ada satu hal yang saya pgn protes ke Jalan Sesama, kenapa nama orang utannya Tantan sih? Ponakan saya yang tercinta selalu memanggil saya Tantan, akronim dari Tante Tantri
Dan tampaknya, panggilan itu udah telanjur melekat mpe ponakan-ponakan saya selanjutnya kayanya bakal manggil saya gitu juga. Masa saya disamain sama orang utan si?
Ni ada gambar Tantan Si Orang Utan, copyright-nya Wiki, ga mirip kan ama saya?
Gulai Daun Singkong Oktober 11, 2008
Posted by tantri in keluarga.5 comments
Please welcome my Gulai Daun Singkong, buatan sendiri looh (haha, bangga, maklum, beginner niy)
resepnya pake resep mBak Dar, chef di rumah Solo. Buat yang mo nyoba, ini resepnya:
Bahan:
- 2 ikat daun singkong, siangi, cuci, rebus dengan sedikit garam dan soda kue (biar tetep ijo)
- 3 gelas air
- 200 mL santan (pakai santan instan yang segitiga kecil juga boleh)
Bumbu:
- 2 batang serai, memarkan
- 1 ruas jari lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk
- 1 sdt merica bubuk
- 1 buah pala, parut
- 3 buah cabe rawit
- 7 gr bubuk kaldu sapi (kalau mau pake kaldu beneran juga boleh
) - garam dan gula secukupnya
Bumbu halus:
- 1 ruas jari kunir
- 1 ruas jari jahe
- 5 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 buah cabe merah besar
- 1 sdt ketumbar, sangrai
- 5 buah kemiri, sangrai
- 1 sdt garam
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus, tambahkan air dan bumbu lainnya, masak sampai berbau harum.
- Kecilkan api, masukkan santan, aduk hingga merata.
- Masukkan daun singkong yang sudah direbus.
Selamat Lebaran! Oktober 7, 2008
Posted by tantri in keluarga.4 comments
Selamat Lebaran semuanyaaa.. Maaf lahir batin yaa…
Lebaran taun ini, saya ga mudik ke Solo. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sejak saya kuliah di Bandung, keluarga gerilya kami sepakat dengan keputusan mudik yang lebih realistis
Dulu, biasanya, saya dan kakak saya pulang ke Solo dari Bandung, untuk kemudian hari selanjutnya berangkat ke Jakarta untuk berlebaran dengan keluarga besar. Perjalanan ke Jakarta biasanya ditempuh dengan mobil. Mengingat ayah saya mantan pasukan khusus yang punya kemampuan yang sangat baik untuk merencanakan perjalanan (haha
), kami sering berangkat pada jam-jam yang ga wajar, untuk menghindari macet ataupun jalan yang berbahaya bila dilalui di waktu yang tidak tepat.
Mudik dua taun lalu misalnya. Kami berangkat jam 1 pagi dari Solo, lewat jalur selatan, supaya ketika kami sampai di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, hari sudah mulai terang
Sebenernya sih emang itu demi keamanan kami sendiri, soalnya mulai dua taun yang lalu, udah ga ada yang bisa dimintatolongin nyopir. Dan mengingat hanya ada anak perempuan di keluarga kami, maka saya yang jadi second drivernya. Mungkin ayah saya ketar-ketir juga ngeliat anak perempuannya nyetir luar kota. Dua taun yang lalu kan saya masih level beginner lanjut dalam hal nyetir. Guess what, nyampe perbatasan, bener-bener pas subuh, horeeeee
Mudik taun lalu juga gitu, kami berangkat jam 3 pagi. Kalau ga ada kejadian abis kopling di Nagrek, perkiraan ayah saya pasti ga meleset. Keren deh.. Mudik-mudik taun sebelumnya juga selalu seperti itu. Udah gitu, biasanya kami pake sistem gerilya juga di Jakartanya, hari ini nyampe, besok lebaran, besoknya pulang. Cape deh..
Sebenernya rada buang-buang waktu dan tenaga juga kan, dari Bandung, ke Solo, trus balik lagi ke Jakarta. Mengingat taun ini ayah saya abis sakit, dan libur kakak saya dikit, maka rencana pun diubah. Orang tua saya dan eyang dari Solo ke Jakarta, saya dan kakak naek mobil ke Jakarta, lebih simpel kan?
Namun ternyata tetep aja yang namanya mudik itu cape, walaupun terbayar dengan kesenangan berkumpul dengan keluarga. Mudik taun ini saya resmi jadi sopir utama, merangkap asisten koki, merangkap petugas laundry, dan merangkap pengasuh ponakan, haha
Seminggu di Jakarta bener-bener ga kerasa, tiap hari adaaa aja yang harus dikerjain. Seneng ketemu ama eyang, budhe, pakdhe, oom, sepupu, ponakan.. Tapi trade off nya badan yang cape banget. And having a fight with my beloved one (sorry for being so careless..
). Huehe, aneh juga, jarang-jarang bertengkar, eeh pas lebaran malah bertengkar
Kapok mudik? ga dong!! I love mudik deh
Met lebaran semuanyaaa.. Lepaskan beban dengan memberi maaf ke semua orang..termasuk memberi maaf ke diri sendiri..



